ADAPTASI FISIOLOGIS TERHADAP KEHAMILAN
1.RAHIM ATAU UTERUS
- Pembesaran uterus : stimulasi kadar hormon estrogen dan progesterone yang meningkat
Terjadi akibat :
• Peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah
• Hiperplasia ( produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis baru ) dan hipertropi ( pembesaran serabut otot dan jaringan fibroelastis yang sudah ada )
• Perkembangan desidua
- Uterus, serviks dan istmus melunak secara progresif dan serviks menjadi agak kebiruan ( tanda Chadwick ) : peningkatan aliran darah uteri , edema dan kongesti panggul
- Istmus melunak dan dapat ditekan ( tanda Hegar )
- Serviks melunak ( tanda Goodel ) : vaskularisasi bertambah
- Rahim membesar kearah implantasi janin ( tanda Piskacek )
- Fundus dan Serviks mudah fleksi ( tanda Mc. Donal )
- Kontraksi uterus dirasakan memalui dinding abdomen ( tanda Braxton Hicks ) : kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan nyeri
2. VAGINA dan VULVA
- Mukosa vagina dan serviks berwarna ungu kebiruan : peningkatan vaskularisasi , peningkatan sensitivitas yang menyolok , meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual ( trimester II ) : ( tanda Chadwick )
- Edema & varises vulva : peningkatan kongesti + relaksasi dinding pembuluh darah & uterus yang berat
- Struktur eksterna vulva membesar : peningkatan vaskularisasi, hipertropi badan perineum & deposit lemak
- Cairan berwarna keputihan ( leukore ) : sel epitel vagina tanggal akibat hiperplasia
- PH sekresi vagina menjadi asam : 4 - 6.5 : rentan infeksi vagina , infeksi jamur
3. OVARIUM
- Indung telur mengandung corpus luteum gravidarum : meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna ( 16 minggu )
- Ovulasi terhenti
4. PAYUDARA
- Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli dan rasa berat di payudara : peningkatan hormon estrogen
- Putting susu dan areola berpigmen : merah muda pada areola
- Hipertropi kelenjar lemak di areola
- Kongesti vena di payudara : peningkatan suplai darah : pembuluh darah di bawah kulit berdilatasi
- Strie di luar payudara
- Pengeluaran ASI belum berlangsung : Prolaktin belum berfungsi , hambatan dari PIH ( Prolaktin Inhibing Hormon)
3. SISTEM TUBUH
a. KARDIOVASKULER
- Hipertropi / dilatasi pada jantung : peningkatan volume darah dan curah jantung
- Penurunan TD : vasodilatasi perifer akibat perubahan hormonal
- Kecendrungan koagulasi lebih besar : peningkatan berbagai faktor pembekuan
- Rentan terjadi trombosis : aktivitas pemecahan dan pelarutan bekuan darah mengalami depresi
b. SISTEM PERNAFASAN
- Kebutuhan Oksigen meningkat : respon terhadap percepatan laju metabolic dan peningkatan kebutuhan oksigen pada jaringan uterus dan payudara
- Ekspansi rongga dada meningkat : peningkatan kadar estrogen : ligamen pada kerangka iga berelaksasi
- Peningkatan kadar estrogen : peningkatan vaskularisasi , kapiler membesar , terbentuk edema dan hyperemia di hidung, faring, laring, trachea, bronchitis , sumbatan pada hidung, hidung berdarah, perubahan suara, peradangan
- Dispnea saat istirahat : kebutuhan nafas meningkat dan peningkatan progesterone dan estrogen : sensitivitas pusat pernafasan terhadap karbon dioksida
- Lemah dan letih : peningkatan aktivitas metabolic
c. SISTEM INTEGUMEN
Perubahan keseimbangan hormon dan peregangan mekanik yang menyebabkan :
- Peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku mengakibatkan :
o Peningkatan aktivitas kelenjar keringat dan sebasea
o Jaringan elastis kulit mudah pecah strie gravidarum
o Respon alergi kulit meningkat
- Pigmentasi : peningkatan hormon hipofise anterior melanotropin , cloasma gravidarum , bercak hiperpigmentasi kecoklatan pada kulit di daerah tonjolan maksila
- Linia Alba dan Linia nigra : pigmentasi di simpisis pubis sampai ke bagian atas fundus di garis tengah tubuh
d. SISTEM PENCERNAAN
- Peningkatan estrogen : pengeluaran asam lambung meningkat , dapat menyebabkan :
- Pengeluaran saliva meningkat ( Ptialisme )
- Daerah lambung terasa panas
- Terjadi mual, sakit kepala terutama pada pagi hari : morning sickness
- Muntah : Emesis gravidarum
- Muntah berlebihan : hiperemesis gravidarum Peristaltik usus menurun : Obstipasi / Konstipasi , aliran darah ke panggul dan tekanan vena meningkat : hemorroid
- Penurunan nafsu makan ( trimester I ) : nausea dan vomitus , peningkatan kadar hCG ( Human Chronionic Gonadotropin )
- Pruritus gravidarum ( rasa gatal yang berat ) : retensi dan akumulasi empedu di dalam hati , respon terhadap steroid plasenta
- Rasa tidak nyaman ( panggul berat / tertekan ) : pergeseran usia pembesaran uterus , peningkatan tekanan vena di dalam panggul
e. SISTEM PERKEMIHAN
- Nocturia, sering berkemih, urgency : pembesaran uterus : menekan kandung kemih : peningkatan sensitivitas kandung kemih
- Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasenta ginjal meningkat
- Reabsorbsi glukosa di tubulus ginjal terganggu : glukosuria
f. SISTEM ENDOKRIN
- Estrogen meningkat : pertumbuhan uterus semakin besar, pembesaran mammae, peningkatan pigmentasi
- Progesteron meningkat : peningkatan sekresi, penumpukan lemak, stimulasi pusat pernafasan, penurunan motalitas gaster , penurunan tonus blass dan ureter
- hCG meningkat : pertahankan fungsi corpus luteum, regulasi produksi steroid : fetus
- Prolaktin meningkat : produksi ASI
- Oxitosin meningkat : ejeksi ASI
Selasa, 09 Maret 2010
BIMBINGAN ANTISIPASI DAN PENCEGAHAN KECELAKAAN
BIMBINGAN ANTISIPASI
DAN
PENCEGAHAN KECELAKAAN
PENGERTIAN
Bimbingan Antisipasi ( Anticipatory Guidance ) adalah bantuan perawat terhadap orang tua dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan melalui upaya orang tua dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan melalui upaya pertahanan nutrisi yang adekuat, pencegahan kecelakaan dan supervise kesehatan ( Maslow, 1988).
KECENDRUNGAN KECELAKAAN UNTUK ANAK TODLER
1. Mengembangkan keterampilan motorik kasar bergerak terus, berlari, berjinjit, naik turun tangga, naik pagar atau mainan serta bersepeda
2. Peningkatan kemampuan motorik halus menggenggam, membuka dan menutup botol, lemari, jendela dan pintu, menggenggam dan melempar benda-benda kecil belum tahu bahaya
3. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar, senang mencoba sesuatu belum tahu bahaya
4. Anak laki-laki cenderung berpotensi mengalami kecelakaan lebih aktif bergerak
5. Anak yang tidak dijaga beresiko untuk mengalami kecelakaan
6. Anak lapar dan lelah kemampuan tenaga menurun + lemah _+ lesu resiko kecelakaan lebih besar
7. Asing dengan lingkungan tidak mengenal dengan baik
8. Belum berpengalaman dalam upaya melindungi diri dari bahaya kecelakaan
BAHAYA UMUM YANG DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN DI RUMAH
1. Lantai rumah licin/ basah
2. Rumah dengan tangga yang curam dan tidak ada pegangan
3. Alat makan dan minum dari kaca
4. Penyimpanan obat dan zat berbahaya lainnya yang terbuka dan dapat dijangkau oleh anak
5. Sumur yang terbuka
6. Parit di depan/ di samping rumah
7. Rumah di pinggir jalan raya
8. Kompor dan alat memasak yang letakknya dapat dijangkau oleh anak
9. Kabel listrik yang berantakan dan terlalu panjang
10. Stop kontak yang tidak tertutup dan dapat dijangkau oleh anak
UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP KECELAKAAN DI RUMAH
1. Benda tajam untuk memasak atau berkebun dapat disimpan di dalam laci
2. Benda-benda kecil harus disimpan didalam laci yang tertutup rapat dan terkunci
3. Zat yang berbahaya agar disimpan dalam lemari terkunci atau lemari khusus
4. Amankan kompor dan berikan penutup yang aman
5. Jaga lantai rumah selalu bersih dan kering
6. Pasang pintu dibagian bawah atau atas tangga dan jaga anak apabila akan naik atau turun tangga
7. Sekring listrik harus tertutup dan atur kabel supaya tidak terlalu panjang
8. Tutup dengan papan atau disemen jika ada parit didepan/samping rumah
9. Ada pintu pagar yang harus dikunci rapat jika letak rumah ditepi jalan raya
10.Buat selonsong dan tutup dengan papan/kayu/besi jika menggunakan sumur
11.Jangan tinggalkan bayi yang tidur ditempat tidur tanpa dipasang pengaman pada pinggir tempat tidur
DAN
PENCEGAHAN KECELAKAAN
PENGERTIAN
Bimbingan Antisipasi ( Anticipatory Guidance ) adalah bantuan perawat terhadap orang tua dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan melalui upaya orang tua dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan melalui upaya pertahanan nutrisi yang adekuat, pencegahan kecelakaan dan supervise kesehatan ( Maslow, 1988).
KECENDRUNGAN KECELAKAAN UNTUK ANAK TODLER
1. Mengembangkan keterampilan motorik kasar bergerak terus, berlari, berjinjit, naik turun tangga, naik pagar atau mainan serta bersepeda
2. Peningkatan kemampuan motorik halus menggenggam, membuka dan menutup botol, lemari, jendela dan pintu, menggenggam dan melempar benda-benda kecil belum tahu bahaya
3. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar, senang mencoba sesuatu belum tahu bahaya
4. Anak laki-laki cenderung berpotensi mengalami kecelakaan lebih aktif bergerak
5. Anak yang tidak dijaga beresiko untuk mengalami kecelakaan
6. Anak lapar dan lelah kemampuan tenaga menurun + lemah _+ lesu resiko kecelakaan lebih besar
7. Asing dengan lingkungan tidak mengenal dengan baik
8. Belum berpengalaman dalam upaya melindungi diri dari bahaya kecelakaan
BAHAYA UMUM YANG DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN DI RUMAH
1. Lantai rumah licin/ basah
2. Rumah dengan tangga yang curam dan tidak ada pegangan
3. Alat makan dan minum dari kaca
4. Penyimpanan obat dan zat berbahaya lainnya yang terbuka dan dapat dijangkau oleh anak
5. Sumur yang terbuka
6. Parit di depan/ di samping rumah
7. Rumah di pinggir jalan raya
8. Kompor dan alat memasak yang letakknya dapat dijangkau oleh anak
9. Kabel listrik yang berantakan dan terlalu panjang
10. Stop kontak yang tidak tertutup dan dapat dijangkau oleh anak
UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP KECELAKAAN DI RUMAH
1. Benda tajam untuk memasak atau berkebun dapat disimpan di dalam laci
2. Benda-benda kecil harus disimpan didalam laci yang tertutup rapat dan terkunci
3. Zat yang berbahaya agar disimpan dalam lemari terkunci atau lemari khusus
4. Amankan kompor dan berikan penutup yang aman
5. Jaga lantai rumah selalu bersih dan kering
6. Pasang pintu dibagian bawah atau atas tangga dan jaga anak apabila akan naik atau turun tangga
7. Sekring listrik harus tertutup dan atur kabel supaya tidak terlalu panjang
8. Tutup dengan papan atau disemen jika ada parit didepan/samping rumah
9. Ada pintu pagar yang harus dikunci rapat jika letak rumah ditepi jalan raya
10.Buat selonsong dan tutup dengan papan/kayu/besi jika menggunakan sumur
11.Jangan tinggalkan bayi yang tidur ditempat tidur tanpa dipasang pengaman pada pinggir tempat tidur
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)